<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KumpulBocah &#187; Zia</title>
	<atom:link href="http://www.kumpulbocah.com/author/zia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.kumpulbocah.com</link>
	<description>Kumpul Sharing Info Ibu, Bayi dan Anak Indonesia: Kumpulan Nama, Artikel Kesehatan, Pendidikan, dan Multimedia Anak</description>
	<lastBuildDate>Fri, 21 Aug 2009 00:57:37 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>BAGAIMANA MENYIKAPI TINGKAH LAKU ANAK USIA 1-2 TAHUN (TODDLER) &#8211; Bagian 3</title>
		<link>http://www.kumpulbocah.com/2006/02/01/bagaimana-menyikapi-tingkah-laku-anak-usia-1-2-tahun-toddler-%e2%80%93-bagian-3/</link>
		<comments>http://www.kumpulbocah.com/2006/02/01/bagaimana-menyikapi-tingkah-laku-anak-usia-1-2-tahun-toddler-%e2%80%93-bagian-3/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2006 23:02:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kumpulbocah.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[3. Suka Berteriak.

3.1 Mengapa ? Anak suka berteriak ketika mereka menginginkan perhatian orang tuanya. Ini adalah cara mereka berkata:â€Hey lihat akuâ€. Ada juga yang melakukannya karena menginginkan sesuatu yang tidak diperbolehkan, dalam hal ini imereka ingin mengatakan: â€Pokoknya aku minta itu, berikan padaku sekarang!â€ 3.2 Bagaimana Menyikapinya? Meneriaki anak anda supaya diam adalah percuma. Jalan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>3. Suka Berteriak.</p>
<p><a target="_blank" href="http://ads.adgenta.com/ads/ads.dll/click?client=mardian&amp;GUID=05%2F12%2F06+19%3A04%3A40"><img border="0" width="364" src="http://ads.adgenta.com/ads/ads.dll/view?client=mardian&amp;GUID=05%2F12%2F06+19%3A04%3A40&amp;width=364&amp;height=70&amp;bgColor=ffffff&amp;FOOTER_COLOR=ffffff&amp;FOOTER_GRADIENT=0&amp;TF_C=0000ff&amp;DF_C=ff66ff&amp;DMF_C=0000ff&amp;FF_C=000000&amp;keywords=" alt="Ads by AdGenta.com" height="70" style="margin: 4px; border: medium none" /></a></p>
<p>3.1 Mengapa ? Anak suka berteriak ketika mereka menginginkan perhatian orang tuanya. Ini adalah cara mereka berkata:â€Hey lihat akuâ€. Ada juga yang melakukannya karena menginginkan sesuatu yang tidak diperbolehkan, dalam hal ini imereka ingin mengatakan: â€Pokoknya aku minta itu, berikan padaku sekarang!â€ 3.2 Bagaimana Menyikapinya? Meneriaki anak anda supaya diam adalah percuma. Jalan terbaik adalah mencegah hal itu terjadi dan mengalihkan perhatiannya ketika dia berteriak.</p>
<p>3.2.1 Cukupilah Kebutuhannya Ketika Anda Pergi Sedapat mungkin sebelum anda pergi Pastikan bahwa ia kenyang, sudah buang air, dan cukup istirahat. 3.2.2 Bawa Ke Toko Atau Restaurant Yang Ramai Jika ia berteriak di tempat yang ramai â€“ brisik, maka anda akan tidak begitu dipermalukan dan ia juga malas meneruskan berteriak.</p>
<p>3.2.3 Minta Ia Merendahkan Suaranya Kalau anak anda menjerit senang, biarkanlah. Tapi kalau itu mengganggu anda, mintalah ia merendahkan tapi jangan mengomelimya. Rendahkan suara anda sehingga dia kan mereda untuk mendengarkan anda, dan dengan pelan katakan: â€Mama tidak suka mendengar teriakan, sayangâ€.</p>
<p>3.2.4 Buatlah Permainan Anda ikut berteriak ketika ia berteriak, katakana: â€œAyo lomba teriakâ€, lalu rendahkan volume suara dan katakan: â€œSekarang lomba berbisikâ€. Atau tutup telinga anda. Bisa juga dengan mengatakan: â€œWah suaranya seperti singa, sekarang coba suara ular, bisa tidak?!â€</p>
<p>3.2.5 Ketahuilah Perasaannya Jika anak anda berteriak karena minta perhatian, tanyakan diri anda apakah ia berpura â€“pura atau benar-benar benar-benar tidak nyaman. Jika ia tidak nyaman / tidak senang di tempat tertentu dimana ia berada saat itu, bawalah ke tempat lain. Jika ia sudah mulai bosan lagi katakana: â€œMama tahu kamu mau pulang tapi tunggu sebentar ya, kita sudah hampir selesaiâ€. Dengan begitu ia bukan cuma senang karena anda tahu perasaannya, tapi itu dapat juga membantunya belajar mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata. Jika anak anda berteriak karena minta sesuatu yang anda pegang. Jangan langsung berikan, karena ia akan ketagihan dan akan mengulanginya lagi setiap ia minta sesuatu. Coba katakana: â€œ Mama mau berikan roti ini kalau kita sudah sampai rumahâ€ atau katakana: â€œ Mama mau berikan roti ini asalkan tidak rewel lagiâ€</p>
<p>Â 3.2.5 Buatlah Ia Sibuk</p>
<p>â€¢ Ajaklah bermain-main Ketika anda keluar dengannya katakan apa yang sedang anda lakukan, apa yang terjadi atau yang ada di sekitar anda, dll. Dia akan diam kalu dia sibuk. Atau mintalah ia membantu anda mengambil barang yang anda beli di super market, ajak ia bernyanyi, ciptakan lagu-lagu yang dari apa yang sedang anda kerjakan. Anak anda akan merasa senang.</p>
<p>â€¢ Berikan Mainan dan Snack Berilah sesuatu sebelum ia berteriak memintanya. Jika anda menunggu sampai ia berteriak berarti anda mengajarkannya bahwa ia baru diberi sesuatu setelah ia berteriak.</p>
<p>Â 3.2.6 Jangan Peduli Kata Orang Banyak ibu-ibu yang bermasalah dengan anaknya yang suka menjerit merasa malu dengan pandangan negatif orang. Bila anak anda berteriak di tempat yang tenang dan mengganggu suasana, bawalah keluar, alihkan ke tempat lain. Bila anda berteriakdi keramaian, jangan peduli kata orang, tapi sikapilah anak anda sebaimana mestinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kumpulbocah.com/2006/02/01/bagaimana-menyikapi-tingkah-laku-anak-usia-1-2-tahun-toddler-%e2%80%93-bagian-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BAGAIMANA MENYIKAPI TINGKAH LAKU ANAK USIA 1-2 TAHUN (TODDLER) &#8211; Bagian 2</title>
		<link>http://www.kumpulbocah.com/2006/01/27/bagaimana-menyikapi-tingkah-laku-anak-usia-1-%e2%80%93-2-tahun-toddler-bagian-2/</link>
		<comments>http://www.kumpulbocah.com/2006/01/27/bagaimana-menyikapi-tingkah-laku-anak-usia-1-%e2%80%93-2-tahun-toddler-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2006 20:11:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kumpulbocah.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[BAGAIMANA MENYIKAPI TINGKAH LAKU ANAK USIA 1-2 TAHUN (TODDLER) &#8211; Bagian 2
2. Bandel (tidak punya perhatian) / Hyperaktif
Diagnosa kelainan perilaku ini sulit ditegakkan dibawah usia 6 tahun, karena orang tua sering menganggapnya wajar. Ciri khasnya adalah anak tidak bisa mengendalikan diri dimanapun ia berada.
2.1 Gejala
â€¢ Sering kali gagal menyelesaikan tugas / permainannya.
â€¢ Tidak dapat berkonsentrasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BAGAIMANA MENYIKAPI TINGKAH LAKU ANAK USIA 1-2 TAHUN (TODDLER) &#8211; Bagian 2</p>
<p>2. Bandel (tidak punya perhatian) / Hyperaktif</p>
<p>Diagnosa kelainan perilaku ini sulit ditegakkan dibawah usia 6 tahun, karena orang tua sering menganggapnya wajar. Ciri khasnya adalah anak tidak bisa mengendalikan diri dimanapun ia berada.</p>
<p>2.1 Gejala</p>
<p>â€¢ Sering kali gagal menyelesaikan tugas / permainannya.<br />
â€¢ Tidak dapat berkonsentrasi tau mudah terganggu, dan cenderung tidak mau mendengar<br />
â€¢ Tidak mau menuruti perintah<br />
â€¢ Sulit mengatur aktifitasnya<br />
â€¢ Sering tidak memperhatikan dan ceroboh<br />
â€¢ Sering gelisah<br />
â€¢ Suka berlari-lari atau memanjat-manjat<br />
â€¢ Sulit bermain dengan tenang<br />
â€¢ Sering menjawab sebelum pertanyaan selesai<br />
â€¢ Tidak mau menunggu gilirannya.</p>
<p>2.2 Penyebab</p>
<p>Penyebabnya yang pasti belum diketahui, tapi ada beberapa hal yang mempengaruhi:<br />
â€¢ Genetik<br />
â€¢ Neurologikal, tidak mampu mengatur level neurotransmitter (zat yang mengirim pesan<br />
ke otak) seperti Dopamine<br />
â€¢ Penyalah gunaan obat dan alcohol oleh ibu hamil<br />
â€¢ Trauma kecil di otak<br />
â€¢ Konsumsi gula dan zat aditif lainya dalam makanan bayi.</p>
<p>2.3 Apa Yang Dapat Anda Lakukan</p>
<p>Langkah pertama adalah menerima bahwa anak anda mempunyai kelainan perilaku. Tapi jangan putus asa, anak anda mungkin adalah calon ilmuwan atau sutradara film, hanya saja anda harus tahu bagaimana mengasuhnya begitu juga dengan lingkungannya.<br />
Berikut adalah cara memulainya:<br />
â€¢ Minta dukungan semua pihak<br />
Mintalah kerabat dekat, teman dekat, guru dan siapa saja yang bisa memberi support<br />
untuk membantu mengatasi/memahami perilaku anak anda.</p>
<p>â€¢ Rubahlah suasana<br />
Hilangkan sumber-sumber overstimulasi atau distraksi(gangguan) di lingkungan anak<br />
anda. Buatlah kamarnya rapi, simpanlah mainan extra. Di sekolah minta bantuan guru<br />
untuk selalu mengawasinya dan untuk menjauhkan dari teman atau objek yang dapat<br />
mengganggunya.</p>
<p>â€¢ Buatlah harinya terstruktur<br />
Toddler biasanya merespond terhadap rutinitas. Jadwal yang teratur mengurangi<br />
ketegangannya. Pastikan bahwa ia tahu waktu makan, waktu tidur siang, waktu mandi,<br />
dll. Hal itu juga membantu anak anda fokus terhadap tugasnya.</p>
<p>â€¢ Berilah penghargaaan, jangan menghukum<br />
Mungkin anda tahu betapa sia-sianya menghukum anak anda, anda belum tahu betapa<br />
betapa bermanfaat penghargaan meskipun sederhana. Pujilah hal-hal yang baik yang ia<br />
lakukan ( missal: â€œWah, bersih sekali giginya, anak mama pinter gosok gigi!), atau<br />
beri ia hadiah kecil. Anak anda akan senang dan ia akan mengulangi perbuatan yang<br />
anda puji atau beri hadiah itu untuk mendapat perasaan yang sama lagi. Lama kelamaan<br />
perasaan senang melakukan hal yang baik itu akan muncul dari dalam dan ia akan tetap<br />
melakukannya meskipun tanpa hadiah.</p>
<p>Sumber:babycentre.com<br />
Bersambungâ€¦</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kumpulbocah.com/2006/01/27/bagaimana-menyikapi-tingkah-laku-anak-usia-1-%e2%80%93-2-tahun-toddler-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
