»
S
I
D
E
B
A
R
«
BAGAIMANA MENYIKAPI TINGKAH LAKU ANAK USIA 1-2 TAHUN (TODDLER) – Bagian 2
January 27th, 2006 by Zia

BAGAIMANA MENYIKAPI TINGKAH LAKU ANAK USIA 1-2 TAHUN (TODDLER) – Bagian 2

2. Bandel (tidak punya perhatian) / Hyperaktif

Diagnosa kelainan perilaku ini sulit ditegakkan dibawah usia 6 tahun, karena orang tua sering menganggapnya wajar. Ciri khasnya adalah anak tidak bisa mengendalikan diri dimanapun ia berada.

2.1 Gejala

• Sering kali gagal menyelesaikan tugas / permainannya.
• Tidak dapat berkonsentrasi tau mudah terganggu, dan cenderung tidak mau mendengar
• Tidak mau menuruti perintah
• Sulit mengatur aktifitasnya
• Sering tidak memperhatikan dan ceroboh
• Sering gelisah
• Suka berlari-lari atau memanjat-manjat
• Sulit bermain dengan tenang
• Sering menjawab sebelum pertanyaan selesai
• Tidak mau menunggu gilirannya.

2.2 Penyebab

Penyebabnya yang pasti belum diketahui, tapi ada beberapa hal yang mempengaruhi:
• Genetik
• Neurologikal, tidak mampu mengatur level neurotransmitter (zat yang mengirim pesan
ke otak) seperti Dopamine
• Penyalah gunaan obat dan alcohol oleh ibu hamil
• Trauma kecil di otak
• Konsumsi gula dan zat aditif lainya dalam makanan bayi.

2.3 Apa Yang Dapat Anda Lakukan

Langkah pertama adalah menerima bahwa anak anda mempunyai kelainan perilaku. Tapi jangan putus asa, anak anda mungkin adalah calon ilmuwan atau sutradara film, hanya saja anda harus tahu bagaimana mengasuhnya begitu juga dengan lingkungannya.
Berikut adalah cara memulainya:
• Minta dukungan semua pihak
Mintalah kerabat dekat, teman dekat, guru dan siapa saja yang bisa memberi support
untuk membantu mengatasi/memahami perilaku anak anda.

• Rubahlah suasana
Hilangkan sumber-sumber overstimulasi atau distraksi(gangguan) di lingkungan anak
anda. Buatlah kamarnya rapi, simpanlah mainan extra. Di sekolah minta bantuan guru
untuk selalu mengawasinya dan untuk menjauhkan dari teman atau objek yang dapat
mengganggunya.

• Buatlah harinya terstruktur
Toddler biasanya merespond terhadap rutinitas. Jadwal yang teratur mengurangi
ketegangannya. Pastikan bahwa ia tahu waktu makan, waktu tidur siang, waktu mandi,
dll. Hal itu juga membantu anak anda fokus terhadap tugasnya.

• Berilah penghargaaan, jangan menghukum
Mungkin anda tahu betapa sia-sianya menghukum anak anda, anda belum tahu betapa
betapa bermanfaat penghargaan meskipun sederhana. Pujilah hal-hal yang baik yang ia
lakukan ( missal: “Wah, bersih sekali giginya, anak mama pinter gosok gigi!), atau
beri ia hadiah kecil. Anak anda akan senang dan ia akan mengulangi perbuatan yang
anda puji atau beri hadiah itu untuk mendapat perasaan yang sama lagi. Lama kelamaan
perasaan senang melakukan hal yang baik itu akan muncul dari dalam dan ia akan tetap
melakukannya meskipun tanpa hadiah.

Sumber:babycentre.com
Bersambung…


Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

»  Income freely from: Thabit Fattah Hakmani Inc.   »  Download MP3 and Video: Best Indonesia