»
S
I
D
E
B
A
R
«
BAGAIMANA MENYIKAPI TINGKAH LAKU ANAK USIA 1 – 2 TAHUN (TODDLER ) – Bagian 1
January 12th, 2006 by asti

Usia 1 – 2 tahun atau dikenal dengan istilah “Toddler” memang masa lucu -lucunya anak, tetapi sekaligus masa yang melelahkan bagi orang tua, banyak hal yang harus diketahui kita sebagai orang tua karena tingkah laku”toddler” sangat beragam – seperti; agresif, menarik rambut, banyak kemauan, berbohong, dll, yang bila kita salah menyikapinya maka akan berdampak tidak baik bagi anak kita dalam perkembangan selanjutnya. Untuk itu kita perlu membuka wawasan tentang bagaimana menyikapi “toddler”kita.

Dalam kesempatan kali ini saya mencoba membahas tingkah anak “toddler” dan cara menyikapinya dalam beberapa bagian:

1. Agresif – suka memukul, menggigit, dan tingkah agresif lainnya.

Mengapa terjadi?

Mungkin anda terkejut bahwa tingkah laku agresif itu adalah hal normal dalam perkembangan anak usia 1 – 2 tahun (“toddler”).
Kemampuan berbahasa yang sedikit/terbatas, keinginan kuat untuk melakukan sesuatu sendiri, dan belum terbentuknya kontrol kemauan di otak membuat “toddler” bertingkah laku agresif.
Meski demikian bukan berarti itu harus dibiarkan. “Toddler “harus diberitahu bahwa kelakuan mereka tidak baik dan tunjukkan cara lain untuk mangekspresikan perasaannya.

Apa yang harus dilakukan?

1.1. Turuti konsekuensi logis.

Jika anak misalnya: melempar bola kearah anak lain yang sedang bermain, singkirkan dia, duduklah dengannya dan melihat anak-anak lain bermain, jelaskan bahwa dia bisa bermain tanpa menyakiti temannya, lalu tunggu sampai ia siap bermain. Hindari beralasan dengannya, misalnya dengan menanyakan :”Bagaimana kalau dedek dilempar bola sama teman dedek?” “Toddler” belum punya pikiran dewasa/matang untuk bisa membayangkan dirinya di posisi orang lain atau berubah tingkah lakunya karena pertanyaan tadi. Tapi “toddler “ mengerti apa akibatnya / konsekuensinya.

1.2. Tetap tenang.

Membentak, memukul, atau mengatakan kalimat tidak baik, tidak akan mencegah tingkah lakunya bahkan anda membuatnya marah dan juga memberi contah tidak baik yang akan ditiru.
Sebenarnya kalau anda tenang dan bisa mengendalikan amarah anda justru mungkin menjadi langkah awal baginya untuk belajar mengotrol kemarahannya.

1.3. Beri batas jelas.

Cobalah untuk segera merespon jika anak anda agresif. Jangan tunggu sampai dia memukul adiknya untuk ketiga kalinya baru anda menegurnya. Dia harus segera tahu bahwa dia salah.
beberapa saat dia akan menghubungkan perbuatan dan akibatnya,akhirnya dia mengerti bahwa jika dia memukul, menggigit dan kenakalan lainya maka dia akan disingkirkan.

1.4. Disiplin secara konsisten.

Seperti yang telah dijelaskan, sedapat mungkin merespon setiap tingkah laku. Jika setiap tingkah laku tidak baik dia diberi “time out” maka dia akan sadar konsekuensi kenakalannya.

1.5. Ajarkan alternatif.

Tunggu sampai anak anda sudah tenang lalu jelaskan dengnan lembut apa yang terjadi, tanyakan apa yang membuatnya marah. Katakan bahwa marah itu wajar tapi tidak boleh ditunjukkan dengan memukul, mengigit, menendang ,dll. Ajarkan cara effektif kalau dia sedang marah dengan adeknya, misalnya ajarkan dia berkata “dek jangan begitu!” “adek jangan nakal!”dsb. Atau ajarkan dia minta bantuan pada yang lain – misal: orang tua, kakak, atau yang lain.
Pastikan bahwa anak anda mengerti kata “maaf”. Dia harus minta maaf kalau berbuat salah.
Mungkin kata maaf itu tidak tulus pada awalnya tapi lama kelamaan dia akan terbiasa mengatakannya ketika menyakiti orang lain.

1.6. Beri penghargaan untuk tingkah laku yang baik.

Dari pada memberi perhatian pada saat ia berbuat salah, cobalah memperhatikannya ketika dia berbuat baik dan pujilah. Misalnya, ketika ada anak lain sedang bermain ayunan, anak anda minta bergantian alih-alih mendorong anak lain itu dari ayunan. Pujilah dia misalnya: “wah…anak mama pinter sekali mau minta bergantian ayunan!”. Pada saat itu anak anda akan sadar akan kekuatan kata-kata.

1.7. Batasi waktu nonton TV.

Kartun dan acara anak-anak lainnya sering berisikan hal negatif. Cobalah monitor acara yang dia tonton, apalagi dia type anak agresif. Menontonlah dengan anak anda, dan jelaskan padanya situasi apa yang sedang dilihat- Perkumpulan Dokter Anak Amerika menganjurkan anak di bawah usia 2 tahun tidak menonton TV sama sekali.

1.8. Berikan tempat leluasa.

Bagi anak yang sangat agresif, rumah bisa menjadi “teror” baginya. Beri dia waktu bermain yang banyak, sebaiknya di luar rumah, untuk “menguapkan” kemauannya.

1.9. Jangan ragu untuk meminta bantuan.

Terkadang anak agresif butuh intervensi lebih jauh dari yang orang tua bisa lakukan. Perlakuan agresifnya lebih sering, membuat takut atau selalu mengganggu anak lain, dan usaha anda hanya sedikit sekali hasilnya. Bicaralah dengan dokter anak atau psikolog anak, ingat anak anda masih sangat muda, masih banyak kesempatan untuk berubah, jangan putus asa. Kalau anda sabar dan konsisten dalam memberi asuhan yang tepat, maka kenakalan atau kelakuan buruknya hanya akan menjadi masa lalunya.

Bersambung…

Yulia- Abu Dhabi


Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

»  Income freely from: Thabit Fattah Hakmani Inc.   »  Download MP3 and Video: Best Indonesia