»
S
I
D
E
B
A
R
«
Mediana Hutomo Ingin Anaknya Pintar Bermain Musik
January 8th, 2006 by asti

Sebagai ibu dari dua anak putri, Meidiana Hutomo (39 th) selalu berusaha dekat dengan mereka. Karena itu, istri Gunardi Soekemi (55th), selalu mendiskusikan jadwal kegiatanya dengan buah hatinya itu.

Meidiana yang menjadi juri Pildacil di Lativi dan presenter Cerdas Emosi di RCTI, mengaku membebaskan kedua putrinya memilih profesi apa yang akan ditekuninya kelak. Tapi kalau bisa berharap, inginnya sih anak-anak bisa bermain musik.” Lho, kok?

Atur Jadwal Bersama anak-anak
Sepadat apa pun kesibukanku, sebisa mungkin waktu untuk keluarga aku utamakan. Apalagi pekerjaanku saat ini tidak terlalu padat sehingga aku maksimalkan waktu untuk kedua anakku, Tallula Adjani (12 th) dan Bellinda Nur Fadillah (5 th).

Jujur saja, ketika aku sedang sibuk-sibuknya mengerjakan sinetron kejar tayang, “Jagalah Hati”, otomatis hari-hariku disibukkan untuk syuting. Saat-saat itulah yang aku rasakan begitu berat. Tiap kali berangkat, mereka masih pulas dengan mimpinya, begitu pulang mereka sudah berangkat tidur. Tapi untungnya, Mas Gunadi mau mengerti dan ikhlas menggantikan peranku mengawasi mereka.

Namun dari pelajaran itu, aku mendapatkan hikmah. Aku lebih bisa mengatur waktu antara pekerjaan dan keluarga. Karena Lula lebih dewasa, ia bisa memahami kegiatan mamanya. Tetapi si kecil Dilla, terkadang masih ingin selalu ditemani olehku. Aku pikir itu sangat wajar apalagi pertemuan aku sama Dilla tidak setiap waktu, sehingga keinginannya untuk selalu ada di samping mamanya aku anggap sangat normal.

Masalahnya mungkin ia merasa iri kalau melihat teman-temannya di Tk Al-Izhar, sebagian besar masih ditemani ibunya. Meski tak selalu aku temani, tidak membuat semangat belajarnya turun, lho. Soalnya aku selalu membiasakan setiap jadwal pertemuan atau pun pekerjaan, aku rembug (diskusi) secara terbuka dengan mereka. Hasilnya, mereka sangat tahu kapan jadwal saya yang bisa diganggu dan kapan yang tidak bisa.

Cari Kegiatan Positif
Untuk membangun kebersamaan dan kedekatan dengan keluarga, aku selalu menyempatkan waktu pergi bersama-sama ke luar rumah. Biasanya kami pergi bersama ke Cafe Daun, Kebon Raya Bogor. Pilihan itu aku ambil karena selain suasananya sangat nyaman, tamannya yang luas sangat disukai anak-anak. Mereka bisa bermain dengan sesukanya tanpa khawatir akan keselamatannya.

Selain ke tempat itu, Kota Bandung juga sering kami kunjungi. Kalau aku suka sama jajanannya, tetapi Anak-anak senang karena banyak factory outlet yang bisa dikunjungi harganya sangat bersaing dan lebih murah ketimbang di Jakarta.

Biasanya kalau kami kesana berangkat hari Sabtu, kembali ke Jakarta Minggu sore. Kebahagiaan yang terpancar dari raut muka anak-anak, benar-benar membuatku ikut merasa bahagia.

Agar anak-anak tidak merasa bosan jika kutinggal beraktivitas, ‘ sengaja aku membebaskan mereka memilih kegiatan apa yang disukainya yang penting positif. Lula yang sangat suka berkuda, saban Sabtu dan Minggu pasti berada di pacuan kuda Pulomas. Sedang Dilla lebih suka menari ballet.

Meski keduanya sibuk beraktivitas, sebagai ibu aku tidak bisa tinggal diam jika prestasi belajar mereka turun. Aku biasakan untuk mendiskusikannya agar tahu apa penyebabnya. Alhamdulillah, dengan jalan berkomunikasi dari hati ke hati, masalah itu cepat terselesaikan.

Bebaskan Pilihan
Terus terang, sebagai orang yang bekerja di jalur seni, aku tidak berambisi untuk menggiring keduanya mengikuti jejakku sebagai artis. Terserah mereka sepenuhnya. Toh, pada akhirnya mereka juga yang akan menjalani. Sebagai orangtua, aku hanya bisa memberikan fasilitas dan mendorong cita-cita mereka.

Tapi dari lubuk hati yang paling dalam, aku sangat ingin sekali anak-anakku bisa memainkan alat musik terutama piano. Entah kenapa, meski keluarga kami terlahir bukan dari keluaraga musisi -sehingga tidak satupun yang pandai memainkan alat musik, aku ingin mereka bisa memainkan alat musik. Sampai sampai aku sempat mengarahkan Dilla untuk les piano. Tapi ternyata ia tidak menyukainya. Jangankan bermain musik, bersenandung pun aku tidak pernah mendengarnya.

Jadi harapanku satu-satunya ya pada Dilla. Dan rupanya Dilla memang memiliki bakat seni. Aku kerap mendengarnya bersenandung. Tapi karena sekarang ini : Dilla sedang berkonsentrasi di balet, aku tak bisa memaksanya. Aku sangat berharap suatu waktu Dilla bisa menyanyi dan memainkan alat musik, minimal piano.

Rasanya mungkin akan lain jika mendengarkan musik yang dimainkan sendiri dengan musik yang diputar di kaset, CD atau DVD. Apalagi yang memainkan anak sendiri. Wuih, betapa senangnya hati ini, ha ha ha….

Harmonisasi dengan Komunikasi
Menjaga komunikasi bagiku sangat penting artinya. Aku sadar, banyaknya perceraian atau ketidakharmonisan rumah tangga di kalangan artis karena komunikasinya kurang lancar. Makanya aku, suami dan anak anak sangat menjaga komunikasi.

Walau ketika syuting aku jarang sekali membawa anak-anak, aku selalu menyempatkan waktu untuk menghubungi mereka supaya tetap merasa dekat. Jadi rasanya aneh kalau ada-orang yang mengaku-ngaku sibuk sampai- sampai tidak sempat untuk berkomunikasi dengan keluarganya.

Begitu juga dengan suamiku. Meski ia memahami betul profesiku, aku selalu membicarakan tentang pekerjaanku agar tidak ada kesalahpahaman yang berujung kepada pertengkaran. Untuk menyelesaikan tiap masaiah, aku selalu menyelesaikannya di kamar atau di tempat lain sehingga tidak terdengar pembantu apalagi sama anak-anak. Aku sangat bersyukur dengan adanya komunikasi yang baik setiap permasalahan bisa kami selesaikan dengan kepala yang dingin dan akhirnya saling meluruskan.


Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

»  Income freely from: Thabit Fattah Hakmani Inc.   »  Download MP3 and Video: Best Indonesia