»
S
I
D
E
B
A
R
«
“Ma, Guruku Seperti Papa”
January 8th, 2006 by asti

Laki-laki mau menjadi guru TK memang masih dianggap aneh masyarakat kita. Tapi tidak bila Anda mengunjungi TK Kebon Maen Pre-school yang dikelola R.Aj. By Retno Artini, S.Psi. Jangan heran bila suatu kali Anda melongok, atau melihat seorang pria sedang berkumpul bersama anak-anak berseragam yang lincah dan lucu di sekolah tersebut. Ya, bisa jadi, itulah salah satu guru TK yang ada di sana.

Sebenarnya, TK Kebon Maen Preschool memiliki tiga orang guru berjenis kelamin laki-laki. Ery Retno, sudah empat tahun menerapkan sistem pengajaran dengan menggunakan jasa guru laki-laki. Bagi wanita kelahiran, Yogyakarta, 6 September 1963 ini, tidak merasa aneh bila seorang laki-laki menjadi gru TK. Justru kehadiran guru laki-laki akan memberikan suatu keceriaan yang berarti bagi murid-murid di sekolahnya.

Laki-laki juga Bisa
Pandangan bahwa guru TK harus perempuan bisa dianggap keliru. Malah menurut istri dari Irwan Rinaldi ini, kehadiran guru laki-laki di TK selain memberikan keceriaan, justru dapat pula memberikan manfaat berlipat ganda bagi sekolah maupun anak didiknya. Pasalnya, ada kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi dari sosok guru perempuan. Terutama anak didik berjenis lelaki yang tidak terwakili kebutuhan dan kepentingannya.

Ibu dari empat anak ini, mengemukakan hasil penelitian mengenai kerja otak yang pada dasarnya tidak sama antara laki-laki dan perempuan. Antara lain dalam mengasah motorik halus. Guru perempuan pa da umumnya mengajak anak-anak untuk menggambar, mewarnai, dan meronce yang amat mudah diikuti oleh murid perempuan.

Lalu bagaimana dengan penerimaan murid laki-laki? Jangan berharap banyak aktivitas yang sama akan direspons secara sama pula. Kemungkinan yang muncul justru murid pria, akan menunjukkan sikap bermalas-malasan atau malah bikin ulah dalam rangka menunjukkan penolakan mereka.

Anak Lebih Bebas Eksplorasi
Menurut Ery Retno yang mempunyai hobi traveling ini, keuntungan yang didapatkan anak didik, yaitu bisa bersikap lebih lepas. Dalam bercanda dengan bapak guru, anak ternyata bisa lepas dibandingkan dengan ibu guru. Melakukan berbagai aktivitas, misalnya, olahraga pun, akan jauh lebih bersemangat bila dilakukan bersama guru laki-laki. Selain itu, guru laki-laki di sini bisa memberikan pengajaran yang lebih sistematis. Terutama kepada mereka yang sudah berpengalaman, karena bisa mengelola kelas dengan baik tanpa perlu banyak aturan.

Tak hanya itu, Ery Retno melihat, guru laki-laki bisa menciptakan suasana yang jauh lebih tenang dibandingkan dengan guru perempuan. Soalnya guru pria lebih mengedepankan akal ketimbang perasaan. Contohnya, saat ada anak yang terjatuh, “Oke, sekarang ayo bangun. Enggak apa-apa. Sakit? Nah, itulah risikonya jatuh, kalimat barusan ini sederhana tapi amat mengena bukan,” tutur Ery Retno.

Kemampuan bereksplorasi anak pun jadi lebih bebas, luas, dan terasah berkat pengawasan dan bimbingan guru laki-laki. Dengan demikian, anak dimungkinkan untuk lebih percaya diri dan berani. Sementara guru wanita pada umumnya kurang berani melepas anak. Kalau anak minta hal yang sama pada ibu guru, kemungkinan besar si guru akan melarangnya atau membolehkannya. Tapi dengan disertai segudang nasihat atau perasaan was-was.

Dengan hadirnya guru laki-laki wawasan murid akan lebih luas. Khususnya pada anak murid perempuan, ia akan menambah pengetahuannya mengenai sosok laki-laki d luar diri ayahnya atau saudara laki-lakinya. Uniknya, anak murid perempuan pun jauh lebih mudah mendengarkan atau menuruti apa yang dikatakan bapak gurunya dibanding dengan apa yang dikatakar ibu gurunya. Mengapa? Dalam diri anak, ibu guru adalah simbol dari sosok ibunya di rumah yang kerap diidentikan dengan kecerewetan, kelewat banyak mengatur ini dan itu. Kendati demikian, temyata ada juga anak perempuan yang sama sekali tidak suka terhadap sosok guru laki-laki.

Itulah mengapa Ery mengingatkan dalam dunia pendidikan harus lebih mengutamakan aspek keseimbangan, termasuk soal guru. “Kalau dalam satu sekolah TK cuma ada satu guru laki-laki, tentu juga tidak baik. Karena ia pastilah tidak bisa mewakili gambaran pria pada umumnya. Itulah sebab, di situ terdapat lebih dari satu staf pengajar laki-laki,” ujarnya.

Syarat Harus Bersahabat
Lalu, bagaimana dengan syarat guru laki-laki di TK yang dikelola Er ini. “Harus tune in, dengan dunia anak. Hal ini memungkinkannya un tuk bisa mencintai anak-anak, termasuk kesiapannya menghadapi ulah apapun yang tak jarang menjengkelkan dan aneh,” tegasnya. Syarat kedua, performance-nya oke. Tujuannya tak lain untuk memberikan rasa nyaman dan ceria di mata anak-anak. Ketiga, tidak harus memiliki latar belakang pendidikan guru TK, tapi lebih baik punya kemampuan teaterikal. Dalam hal ini, selain bahasa verbal, guru TK perlu menggunakan bahasa tubuhnya dalam berkomunikasi dengan anak.

Dengan begitu, apa yang disampaikan guru akan jauh lebih sampai dan masuk ke dalam benak anak. Kombinasi cara berkomunikasi semacam ini akan membuat anak lebih senang mendengarkan sekaligus menanggapinya. Keempat, harus memiliki perasaan lembut tak berarti harus feminin, tapi punya kepekaan menangkap emosi anak-anak saat berinteraksi dengan mereka. Dalam memilih staf pengajar yang macho itu, Ery Retno tidak sekadar menyeleksi. Penyaringan yang dilakukan benar-benar selektif. Misalkan, sekolah TK tersebut membutuhkan tambahan seorang guru laki-1aki maka ia bersama jajarannya sudah harus menyeleksinya selama enam bulan. “Setelah lulus lebih dahulu ditraining. Tidak mengutamakan lulusan PGTK. Justru lebih menomorsatukan pria yang ingin bekerja keras dan mempunyai kemampuan yang ulet dalam mendidik anak-anak TK,” paparnya.

Ada kerugian bila sekolah tidak ada guru laki-laki. Menurutnya, kemajuan sekolah bisa jadi relatif lebib lambat. “Wanita itu, umumnya senang ngerumpi, ngegosip, dan menyibukkan diri melihat apa yang dimiliki temannya. Jadi, guru perempuan di sini, jika ada waktu luang langsung ngerumpi. Kedua lebih lembek. Dalam hal ini tindakan yang dibeiikan oleh guru perempuan akan lebih lembek, dibandingkan tindakan yang diberikan oleh guru laki-lakinya,” ucap Ery.


Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

»  Income freely from: Thabit Fattah Hakmani Inc.   »  Download MP3 and Video: Best Indonesia