Tuesday, 20 Dec 2005-
Natasha — jakarta
Hallo dok, salam sejahtera. Ini pertama kali saya mengirim pertanyaan semoga dokter berkesempatan untuk membacanya. Anak laki2 saya saat ini berumur 9 bulan. Dari sejak lahir minumnya sudah dicampur susu formula karena ASI saya kurang banyak utuknya. Karena didiagnosa dokter alergi terhadap susu sapi, disarankan utk memberi anak saya susu formula H.A. (hypo allergenic) dan itu harus terus diberikan sampai umurnya 1 tahun.
Pertanyaan saya dok :
Apakah susu H.A. dapat digantikan dengan susu kedelai krn gizinya sama dg susu sapi tapi tidak mengandung protein sapi?
Kapan wkt yg tepat (umur berapa) utk kita mencari tahu bahwa si anak sudah tidak lagi aleri thd susu sapi?
Jika ternyata masih tetap alergi apakah harus seterusnya minum susu H.A.?
terimakasih atas kesempatannya.
Jawaban:
Dear Natasha..
Sebenarnya saya sedih lho. mendengar anakmu tidak diberi ASI penuh. Mengapa. ASInya tidak cukup? Apakah kamu bekerja? Minum ASI itu banyak manfaatnya sekali.. Salah satunya adalah menurunkan resiko alergi susu sapi. alergi susu sapi biasanya disebabkan karena belum siapnya saluran cerna anak untuk menerima protein-protein dari susu sapi. Di lain sisi, Tuhan memberikan semua kemudahan bagi umatnya termasuk ASI. Semakin sering kamu berikan ASImu, kamu kosongkan payudaramu, semakin meningkat produksinya. Itulah sebabnya … sedikiiit sekali ibu yang ASInya tidak cukup. Hanya 1 dari 1000 ibu. Coba jaman dahulu n.. jaman nenek moyang kita, di satu sisi mereka beruntung .. karena tak ada pilihan .. mereka gigih bertahan memberikan ASI .. ya kan. Ibu masa kini memang kasihan, support untuk menyusui sangat minim di lain sisi, iklan bertaburan untuk menggunakan susu formula.
Sebelumnnya dear Natasha. saya ingin tahu mengapa anakmu bisa didiagnosis alergi susu sapi.. Apa gejalanya? Apakah anakmu ada diare lebih dari 2 minggu, bisa disertai darah, atau adakah anakmu sering menangis (bisa karena sakit perut/kolik), atau ada gejala alergi yang lain serti kemerahan pada kulit, bentol-bentol, batuk, sesak yang mengganggu. Tidak mudah menegakkan diagnosis alergi susu sapi.
Bila anakmu tidak ada gejala apa-apa sebaiknya sih gak perlu susu HA, susu biasa saja. Susu HA itu adalah susu yang mengalami hidrolisis berkali-kali sehingga tidak atau sedikit residu (sisa) peptida yang dapat mencetuskan reaksi alergi susu sapi. Selain muahalll … rasanya tidak enak dan baunya juga aneh.
Kalau anakmu memang alergi susu sapi.. baru berikan susu HA tadi. Sudah konsultasi dengan dokter anak ahli alergi? Kedua, amati apakah ada kemungkinan ia alergi terhadap hal lain misalnya, debu, makanan (biasanya kan putih telur dan ikan/sea food merupakan penyebab alergi terbanyak). Kalau ya, hindari pencetus alerginya dan nanti setelah beberapa minggu, bertahap kamu kembali perkenalkan makanan2 yang mungkin turut berperan pada alerginya.
Nah .. anak alergi protein susu sapi umumnya juga alergi susu kedelai … jadi jangan berikan susu kedelai ya Di lain pihak, alergi terhadap protein susu sapi tidak berlangsung selamanya, setelah usia 1 tahun anak mulai bisa mentolerir susunya
Dear Natasha, alergi karena makanan pada anak usia 0 hingga 3 tahun biasanya akan berkurang dan menghilang, karena anak sudah memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik lagi. Sedangkan alergi yang muncul usia 15 tahun ke atas ada kecenderungan menetap. Alergi makanan terhadap susu sapi atau ayam pada usia di atas sekitar 1 tahun tampaknya akan mulai berkurang. Alergi terhadap telor juga akan membaik sekitar usia di atas 2 tahun. Sedangkan makanan ikan laut membaik di atas usia 3 tahun. Meskipun alergi makanan seperti kacang tanah, udang, dan kepiting kadang menetap hingga usia dewasa.biasanya anak dengan alergi susu sapi akan berkurang gejalanya setelah usia satu tahun. Bagaimanapun, setelah usia satu tahun anak sudah tidak terlalu bergantung pada susu sapi lagi. Kalsium yang dibutuhkan bisa didapatkan dari bahan makanan lain seperti brokoli, bokchoy, roti, ikan teri, dan tahu misalnya.
Semoga bisa membantu ya.Love and hug for your baby.
wati