»
S
I
D
E
B
A
R
«
GER pada bayi
January 8th, 2006 by asti

Tuesday, 20 Dec 2005-
Nita Cyntia — Jakarta

Dokter Wati yang baik, putri saya saat ini berusia 3 bulan. Sejak lahir dia sering gumoh dan muntah bila minum ASI atau sesaat setelah minum ASI. Menyusunya juga sebentar. Bila ASI diperas, total konsumsinya hanya 400-500 cc. Kenaikan BB-nya rata2 hanya 400 gram per bulan, saat ini BB 4,6 kg, PB 57 cm. BL 3,4 kg, PL 49 cm. Kata DSA, kemungkinan anak saya menderita gastroesophageus reflux dan disarankan untuk periksa barium meal. Apakah memang perlu Dok? Apakah jumlah konsumsi ASI-nya cukup? Bagaimana caranya agar konsumsi susunya meningkat dan cara agar tidak muntah lagi? Bagaimana dengan pemberian air tajin? Bolehkah?
Terima kasih untuk penjelasannya.

Salam,
Nita

Jawaban:
Dear Nita,

Terimakasih atas email dan pertanyaanmu. Maaf ya baru dibalas sekarang.

Di satu sisi, gumoh (bahkan muntah) merupakan hal yang “lumrah” bagi banyak bay. Hal ini dikarenakan fungsi klep di pintu masuk ke lambung yang belum bekerja dengan sempurna; akibatnya, susu yang sudah masuk lambung dengan mudah balik ke atas dan keluar sebagai gumoh atau bahkan muntah, lewat mulut atau hidung. Hal ini biasa terjadi pada bayi dan umumnya tidak membutuhkan pengobatan apapun juga karena akan membaik sejalan dengan bertambahnya usia si anak..

Namun pada beberapa bayi asam lambung yang ikut naik keatas membuat kerongkongan menjadi nyeri, merah, dan bengkak. Asam lambung juga bisa masuk kedalam paru mengiritasi saluran napas. Anak yang mengalami keadaan demikian biasanya tidak memiliki pertambahan berat badan dengan baik (dear berat badan anakmu masih baik, dan pertambahannya pun sudah cukup kok) atau sering menangis, terutama saat mengalami ketidaknyamanan itu. Gejala dapat juga berupa batuk kronik, mengi (bengek), dengan sakit radang paru (pneumoni) berulang, bahkan bisa sampai berhenti bernapas (apnea) sebagai usaha untuk melindungi parunya. Bila sudah masuk kedalam keadaan seperti ini harus segera dilakukan pengobatan.

Pertama kali yang bisa kita lakukan adalah memperhatikan bagaimana anak kita diberikan makanan. Pada bayi yang sering gumoh biasanya cukup diberi susu dalam jumlah lebih sedikit tetapi lebih sering. Apabila karena satu dan lain hal bayi minum susu formula, maka di atas 6 bulan, kentalkan susunya dengan menambahkan satu sendok sereal beras untuk setiap gram susu yang diberikan, tujuannya adalah agar susu lebih berat sehingga tidak naik keatas. Akan tetapi pemeberian susu dengan cara seperti ini akan memberikan kelebihan kalori, sehingga agak sulit untuk mengetahui apakah makananya sudah mencukupi atau belum. Alergi makanan juga dapat menimbulkan refluk, umumnya alergi terhadap susu sapi dan kedelai.

Selain pola makan, refluks juga bisa disebabkan karena proses mekanik, oleh karena itu kita harus dapat memposisikan bayi dengan benar saat menyusu atau makan (bayi kan tidak bisa mengatur posisi makannya sendiri). Posisi bagaimana? Posisi sepertiga duduk (kepala 30 derajat) dengan catatan, pastikan bayi tidak dalam posisi nglomprot (maaf saya tidak tahu bahasa Indonesianya hehehe tapi bahasa Inggrisnya .. slumped down) karena di posisi ini lambung anak akan tertekan dan kemungkinan muntah meningkat.

Bayi dengan refluks biasanya akan mengalami perbaikan spontan (tanpa obat); Namun demikian, apabila refluks ini mengganggu tumbuh kembang bayimu (perhatikan apakah ada warna kecoklatan tanah di muntahannya yang merupakan pertanda perdarahan dinding kerongkongan, atau BBnya di kurva pertumbuhan garis nya menurun, maka konsultasilah dengan ahli gastroenterologi anak. Mungkin memerlukan beberapa pemeriksaan untuk mengetahui apakah anakmu anemia, apakah memang refluksnya sudah menimbulkan kelainan dinding kerongkongan (dengan p[emeriksaan endoskopi, bukan barium meal). Konsultasi juga dianjurkan jika di atas usia 1 tahun anak masih sering muntah/gumoh. Nah saya pribadi tidak menganjurkan pemeriksaan barium meal karena sedikit sekali informasi yang bisa diperoleh dan radiasi pula.

Susu yang dibutuhkan untuk bayi hingga 6 bulan. adalah on demand. Yaitu sebanyak-banyaknya sesuai dengan permintaan bayimu. Tapi idealnya sih kita menyusui minimal 8 kali sehari. Air tajin? Aduuh jangan ya please .. kan bayi sampai usia 6 bulan hanya boleh ASI saja (kalau terpaksa ya ASI dan susu formula tetapi jangan tambah yang lain baik air putih atau tajin).

Peluk cium untuk bayimu … semoga semakin hari gumohnya semakin membaik, ASInya ditingkatkan ya

wati.


Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

»  Income freely from: Thabit Fattah Hakmani Inc.   »  Download MP3 and Video: Best Indonesia