Tuesday, 20 Dec 2005-
Ida — jakarta
Dear Bu Wati,
Bu bayi saya (3.5 Bl) lahir dengan berat 3.29, pada kehamilan saya 39 minggu. Karena waktu lahir agak sesak nafas (dilahirkan dgn caesar karena ketuban pecah & warna hijau)dia dirawat di perinatologi. Disana diberi susu SGM BBLR. BAB nya setiap hari & tidak keras.
Waktu kunjungan ke DSA disuruh ganti susu S26 Gold. Tetapi sejak minum susu itu BABnya jadi 2 hari, lalu 3 hari & keras. Dia suka menangis waktu BAB. Lalu saya ganti ke S 26 biasa. BAB agak mendingan bisa 1 atau 2 hari & dia tidak nangis lagi. Namun belakangan ini BAB nya jadi 2-3 hari & keras. Kotorannya memanjang & padat. Saya sudah mencoba mengencerkan susunya, dia minum 120 ml seharusnya 2 sendok takaran susu bubuk tapi saya berikan 1 3/4 sendok, cuma BAB nya masih sama.
Akhirnya saya coba 1.5 sendok BAB nya juga masih sama. Apakah sebaiknya saya encerkan lagi jadi 1 sendok? 1 sendok harusnya untuk 60 ml, apakah tidak berpengaruh ke gizinya jika setiap minum susu saya encerkan terus? atau susunya harus diganti? Diganti ke susu apa ya?
Oh ya waktu lahir baby nya tidak mau menyusu langsung, akhirnya ASI saya peras ke botol. Tapi karena tidak mencukupi tetap ditambah susu formula. Setelah 1 bulan baru babynya mau menyusu langsung. Tapi karena frekuensinya semakin berkurang ASI saya juga tinggal sedikit. Sekarang ini tetap suka saya susui tapi lebih bergantung ke susu formula.
Mohon sarannya.
Terima kasih.
Jawaban:
Dear.Ida
Terimakasih atas email dan pertanyaanmu
Sebelumnya, saya mau tanya. mengapa bayi mu dibilang BBLR (diberi susu BBLR)? Berat lahirnya kan tidak dibawah 2500 g (kriteria BBLR adalah jika berat lahir kurang dari 2500g). Seharusnya bayimu hanya mendapatkan ASI saja untuk makanannya. Kandungan ASI sangat sempurna untuk memenuhi kebutuhan energi, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Bahkan kolostrum (ASI yang paling pertma keluar) itu mengandung zat yang berguna untuk daya tahan tubuh yang juga berfungsi untuk melindungi pencernaannya.
Konstipasi pada bayi ASI eksklusif. jarang terjadi. Justru sering terjadi pada bayi dengan susu formula.. Sekali Makanya bayi harus diberi ASI.. formula alami yang sudah sesuai dengan saluran cerna bayi. Sebenarnya, hanya 1 dari 1000 ibu yang ASInya tidak mencukupi … kebanyakan kegagalan ASI sebenarnya merupakan hal yang avoidable dan umumnya penyebabnya adalah kurangnya support bagi ibu. Baik support dalam hal teknis (bagaimana menyusui dengan benar, pentingnya terus dan terus mencoba karena produksi ASI kan tergantung “permintaan). Nah kalau boleh saya usul .. relaktasi deh … artinya kembali berikan ASI .. pasti sulit karena baik ibu dan anak harius sabar dan banyak belajar.
Nah sementara ini .. boleh formulanya sebagai tambahan … tetapi jangan diencerkan .. berikan sesuai takarannya. Kalau diencerkan, jumlah kalori dan nutrien yang masuk tidak akan mencukupi kebutuhan anakmu. Anakmu di usianya sekarang kan sedang memasuki periode pertumbuhan yang pesat jadi butuh banyak kalori dan dan nutrien.
Konstipasi pada keadaan ini bisa berlangsung sampai 2-3 minggu.
Pusatkan semua pikiran dan tenaga untuk relaktasi .. mengganti susu formula tidak memecahkan masalah karena pada dasarnya semua susu formula sama. Coba Ida konsultasi ke klinik laktasi di RS St Carolus … nanti diberi panduan
Kalau sudah menyusu ASI lebih banyak ketimbang formula anakmu masih konstipasi dan menetap sampai lebih dari satu bulan ditambah anak semakin kurus konsultasikanlah ke DSAmu.
Oh ya … Mengapa produksi asimu berkurang?… Karena kamu sudah mulai memberikan susu formula jadi anakmu sudah keburu kenyang. Pemberian susu formula lebih bisa dihitung jumlahnya sedangkan ASI tidak kecuali diperas. Dan biasanya kamu sudah menakar kebutuhan susu formulanya untuk satu hari, dan itu adalah kebutuhan makanan untuk satu hari, sehingga saat ASI diberikan anakmu sudah tidak bisa menerimanya lagi, sudah kenyang.
Kalau ASInya jarang dirangsang maka produksinya juga semakin berkurang. Selain itu, pengenalan dot sejak dini membuat bayi mengalami bingung puting sehingga “malas” menghjisap payudaramu .. tetapi janga putus asa… terus dilatih
So mulai sekarang berikan ASI untuk bayimu sebanyak-banyaknya. Jangan lupa kamu makan-makanan yang bergizi biar ASImu cukup.Dan yang penting lagi … optimis dan PD aja … doa saya … kabari lagi ya
Peluk cium untuk anakmu.
wati